4 isu strategis ekonomi digital

4 isu strategis ekonomi digital

Kemendag: Ini 4 Isu Strategis Pengembangan Ekonomi Digital!

Jakarta, EKRAF.net – Apakah kamu merasakan betapa cepatnya dinamika di ekonomi digital? Pandemi yang telah membatasi kegiatan sosial turut mempercepat ekonomi digital. Semua serba daring. Namun, kemajuan itu tidak akan berarti tanpa arah tujuan. Menyadari hal ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengidentifikasi empat isu strategis pengembangan ekonomi digital sekaligus upaya untuk implementasinya.

Berikut ini adalah empat isu strategis pengembangan ekonomi digital tersebut:

  1. Pembangunan keunggulan ekosistem niaga digital.

Dalam hal ini, termasuk di dalamnya adalah penataan regulasi, pembinaan UMKM, peningkatan efisiensi logistik dan dukungan teknologi platform. Strategi yang diupayakan Kemendag dalam isu strategis ini antara lain menyediakan fasilitator perdagangan secara daring, pengembangan aplikasi promosi produk lokal dna pengembangan regulasi perdagangan secara daring.

2. Pengembangan barang dan jasa digital unggulan nasional.

Upaya strategis yang diupayakan Kemendag mencakup penyediaan platform industri kreatif untuk sektor jasa kreatif seperti animasi dan game, pembangunan showcase perdagangan digital bagi masyarakat sebagai edukasi pencapaian digital Indonesia.

3. Pengembangan ekosistem aset digital (aset kripto) yang dilakukan dengan cara penataan regulasi pasar aset kripto di bursa berjangka oleh Kemendag. Penataan regulasi pasar ini juga termasuk soal menjamin keamanan pelaku usaha dan juga konsumen.

4. Peningkatan peran Indonesia di perdagangan digital global melalui implementasi ASEAN Agreement on E-commerce di Indonesia. Selain itu, Kemendag juga akan perjuangkan kepentingan Indonesia di berbagai kesepakatan kerjasama perdagangan digital global.   

Selain empat isu tersebut, pada sebuah diskusi kelompok terpumpun bertema “Persiapan Pemerintah Indonesia dalam Menghadapi Era Metaverse, Jaminan Keamanan Aset Digital (Kripto, Metaverse dan NFT)”, pertengahan Maret 2022, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga juga mengatakan, dibutuhkan investasi untuk membangun kapasitas sumber daya manusia digital, perluasan jangkauan infrastruktur digital dan penciptaan ekosistem pendorong invovasi digital.

Saat ini, Kemendag memonitor dan mengelola perkembangan aset digital yang berkembang di Indonesia, khususnya aset kripto.


Baca juga:


Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tahun 2021 menunjukkan, total transaksi aset kripto di Indonesia mencapai 859,4 triliun Rupiah dengan 11,2 juta pelanggan terdaftar. Dengan jumlah sebesar ini dan pertumbuhan yang signifikan, Bappebti menerbitkan Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 yang mengatur perdagangan aset kripto.

Hasil riset Google dan Bain

Tahun lalu, riset Google dan Bain menyebutkan, nilai ekonomi digital Indonesia akan tumbuh 5-7 kali lipat pada 2030. Porsi ekonomi digital terhadap pendapatan domestik bruto nasional juga akan tumbuh menjadi 10-15% pada 2030. Padahal, dua tahun lalu, porsi ekonomi digital terhadap PDB hanya 4% saja.

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia, dari 135 juta orang pada 2020 menjadi 252 juta orang pada 2030 turut mendorong pertumbuhan ekonomi digital ini.

Riset Google dan Bain ini juga memprediksi, 41% dari seluruh UMKM akan terdigitalisasi pada 2030. Persentase ini melonjak tajam dari hanya 17% per tahun 2020.

Pada 2020, nilai gross merchandise value (GMV) perdagangan daring di Indonesia senilai 35 miliar USD. Angka ini tumbuh 52% pada 2021 hingga mencapai 53 miliar USD. Pertumbuhan ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2025 dengan nilainya mencapai 105 miliar USD.

Selain media daring, sektor digital yang akan tumbuh adalah jasa transportasi, pengantaran makanan dan jasa perjalanan daring.

Bank Indonesia juga turut memproyeksikan, pertumbuhan transaksi ekonomi digital pada 2022 akan naik 31,17%. Jika dirupiahkan, akan mencapai 526 triliun Rupiah. Sedangkan nilai pada tahun lalu hanya 401 trilun Rupiah.***(TP)

Sumber: Kemendag

Foto: Igor Miske / Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *