CEO & Founder Doyobi, John Tan

CEO & Founder Doyobi, John Tan

Raih Kucuran Modal Pra-Seri A Senilai 2,8 Juta USD, Doyobi akan Eksekusi Dua Rencana Ini

Singapura, EKRAF.net – Setelah mendapatkan modal pra-seri A senilai 2,8 juta USD pada Kamis (21/10) kemarin, Doyobi akan mengeksekusi dua rencana bisnisnya. Pertama, Doyobi akan meluncurkan kursus dan pelatihan kelompok untuk meningkatkan ketrampilan guru.

Rencana pertama ini bertujuan mengembangkan sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu guru dalam mengajar dengan metode berbasis sains, teknologi, rekayasa dan matematika (science, technology engineering and math/ STEM) secara efektif. Selain itu, guru juga akan dibekali oleh kemampuan mengajar ketrampilan yang dibutuhkan di abad ke-21.

Kedua, Doyobi juga akan mendukung komunitas Teachers as Humans. Komunitas ini merupakan komunitas daring bagi para guru untuk saling mendukung dan mendapatkan peluang pengembangan diri secara profesional. 

“Doyobi berfokus pada pemberdayaan guru dan memberikan dukungan dalam meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengajar dengan menggunakan metode pembelajaran berbasis STEM dan keterampilan abad 21,” ujar CEO sekaligus Founder Doyobi, John Tan.

John percaya, guru merupakan bagian penting untuk mengubah pengalaman anak-anak di kelas. Dengan demikian, Doyobi akan fokus kepada pemberdayaan guru sebagai bagian pengembangan bisnis Doyobi.

Rencana ini berkaitan dengan kesenjangan yang dicermati John di kegiatan belajar mengajar di sekolah. John juga melihat adanya kesenjangan besar antara apa yang diajarkan di sekolah dengan apa yang perlu dipelajari anak-anak sebagai persiapan mereka memasuki dunia kerja di masa depan.

Ketrampilan yang dibutuhkan anak-anak antara lain, rasa ingin tahu, imajinasi dan empati. Ketiganya, bagi John, sama pentingnya dengan ketrampilan membaca dan berhitung.

Menanggapi keprihatinan John, Managing Partner sekaligus Co-Founder Monk’s Hill Ventures, Peng T. Ong, mengatakan, kesenjangan antara pelajaran sekolah dan keterampilan yang dibutuhkan di abad ke-21 ini menjadi perhatian utama dari para orang tua dan guru.

Peng pun menegaskan, Monk’s Hill Ventures percaya bahwa Doyobi merupakan tim yang tepat untuk mengatasi kesenjangan besar di dunia pendidikan.

“Pendekatan yang dilakukan John dan timnya dalam menggabungkan metode pembelajaran berbasis STEM dengan keterampilan abad 21 yang disampaikan melalui lingkungan pembelajaran virtual akan mendorong sistem pendidikan kedepannya,” kata Peng.

Doyobi menyelesaikan putaran pendanaan pra-seri A senilai 2,8 juta USD yang dipimpin Monk’s Hill Ventures. Selain itu, setidaknya ada tiga investor lainnya yang terlibat dalam putaran pendanaan ini, yaitu Tresmonos Capital, Novus Paradigm Capital, XA Network. Sejumlah nama juga tercantum sebagai angel investor dalam putaran pendanaan bagi Doyobi, seperti CEO Carousell, Quek Siu Rui, Oswald Yeo dan Co-Founder Glints, Seah Ying Cong, Head of Grab Financial Group, Reuben Lai.

Sebagai penyedia sumber daya pengajaran berbasis STEM dan pengembangan guru melalui lingkungan pembelajaran virtual (virtual learning environment/ VLE), Doyobi telah menjadi mitra bagi sejumlah sekolah di Indonesia. Di antaranya, Leap Surabaya, Codercadamy, HighScope Indonesia, Mutiara Harapan Islamic School dan Stella Gracia School.

Sejak diluncurkan pada Agustus 2020, lingkungan pembelajaran virtual Doyobi telah digunakan oleh hampir 2.000 guru di lebih dari 10 negara. Indonesia dan Filipina adalah dua pasar terbesar Doyobi.***(TP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *