Febrio Kacaribu APBN 2022

Simak! Inilah Lima Fokus Utama APBN 2022

Jakarta, EKRAF.net – Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, beberkan lima fokus utama Anggaran Pemerintah dan Belanja Negara (APBN) tahun 2022.  

Pertama, melanjutkan akselerasi penanganan Covid-19. Penguatan sektor kesehatan sebagai kunci pemulihan ekonomi, antara lain melalui program vaksinasi, protokol kesehatan, penyediaan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan obat-obatan.

Kedua, menjaga ketangguhan, bertahan (survival), dan akselerasi pemulihan. Fokus kedua ini terlaksana melalui program perlindungan sosial, dukungan kepada dunia usaha, dan UMKM. Misalnya, dengan program keluarga harapan, kartu sembako, kartu prakerja, bantuan langsung tunai, dana desa, subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan insentif dunia usaha.

Ketiga, menjaga momentum reformasi struktural untuk peningkatan daya saing melalui lima hal, yaitu penguatan sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas, sistem kesehatan yang handal, perlindungan sosial yang adaptif, infrastruktur pendukung transformasi ekonomi, serta reformasi institusional.

Keempat, memperkuat fiskal yang komprehensif melalui reformasi perpajakan serta menerapkan spending better zero based budgeting. Selain itu juga memperkuat desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antar daerah, serta inovasi pembiayaan.


Baca juga:


Kelima, menjaga pelaksanaan APBN 2022 berjalan optimal sebagai pondasi konsolidasi fiskal di tahun 2023. Caranya adalah dengan optimalisasi reformasi struktural dan fiskal serta menjaga komitmen bersama seluruh kementerian lembaga.

Febrio memaparkan kelima fokus utama APBN 2022 ini pada Bincang APBN 2022, Senin (18/10).

Selain itu, Febrio juga mengungkapkan dua unsur penting APBN 2022. Pertama, APBN 2022 tetap diarahkan untuk menuntaskan penanganan pandemic dan melakukan upaya pemulihan ekonomi secara bertahap.

“Kedua, APBN 2022 juga terus diarahkan untuk mendukung upaya reformasi struktural dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan dan menciptakan ekonomi yang kuat dan terus berkelanjutan di masa depan,” ujar Febrio.

Dengan melihat situasi pandemi yang belum jelas berakhirnya dan dinamika perekonomian global, Febrian mengatakan, APBN 2022 harus dirancang untuk terus antisipatif, responsif dan fleksibel dalam merespon ketidakpastian ini. Selain itu, APBN 2022 juga harus tetap mencerminkan optimisme dan kehati-hatian.

Karenanya, APBN 2022 tetap menjadi instrumen fiskal yang bekerja keras menangani pandemi dan mendorong bangkitnya perekonomian. Dengan demikian, tema kebijakan fiskal 2022 adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.***(TP)

Sumber & foto: Kemenkeu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *