Sandiaga Uno: PEN Subsektor film

Ingin Industri Film Indonesia Pulih, Kemenparekraf Gelar Program PEN Subsektor Film

Bogor, EKRAF.net – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno ingin industri perfilman Indonesia kembali pulih. Hal ini diwujudkan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Bantuan Pemerintah bagi produksi film Indonesia.

Tujuan PEN subsektor film ini adalah mendukung industri perfilman Indonesia agar terus berproduksi dan menggerakkan kembali ekosistem perfilman.

“Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Bantuan Pemerintah bagi Produksi Film Indonesia difokuskan kepada film pendek dan film dokumenter pendek menimbang time constraint, sisa waktu efektif yang tersisa 1,5 bulan,” kata Sandiaga dalam sambutannya pada Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (17/10) kemarin.

Data Opus Creative Economy Outlook 2019 mencatat, subsektor film mampu berkontribusi 15 triliun Rupiah terhadap Produk Domestik Bruto. Selain itu, industry perfilman mampu tumbuh hingga 64 persen. Sejak tahun 2016, jumlah penonton film mengalami peningkatan dengan angka pertumbuhan 20 persen pertahun.


Baca juga:


Pada tahun 2019, sebanyak 129 film diputar di bioskop. Penonton film berjumlah 52 juta penonton. Jika dirata-rata, satu film ditonton lebih dari 400 ribu penonton.

Namun, sejak pandemi, 2.117 layar bioskop di 420 lokasi di Indonesia tutup. Industri film pun mengalami hilangnya pemasukan hingga 90 persen.

Sandiaga juga menyebutkan, Indonesia merupakan pasar film nomor sepuluh terbesar di dunia dengan nilai pasar sebesar 500 juta USD di akhir tahun 2019.

“Hal itu mengindikasikan animo masyarakat yang tinggi terhadap film Indonesia dan potensi pasar domestik film Indonesia. Untuk itu saya ingin mengajak para pelaku ekraf dan industri film dapat menangkap peluang itu dan menjadikan film Indonesia tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga mengatakan, tahun 2021 ini merupakan tahun kebangkitan, Kemenparekraf telah melakukan berbagai strategi untuk mendorong kebangkitan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Adapun strategi yang dilakukan pada masa pandemi COVID-19 yaitu dengan melakukan inovasi, adaptasi, kolaborasi.

Untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif, Kemenparekraf memberikan dukungan dan fasilitasi bagi para pelaku usaha kreatif di 17 subsektor ekonomi kreatif melalui berbagai program dan kegiatan.

“Seperti penyusunan panduan CHSE, Gernas BBI, dan Gerakan #BeliKreatifLokal. Program terbaru yang diluncurkan tahun ini dan sedang berjalan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dan Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI), Apresiasi Kreasi Indonesia, kami berupaya untuk mendorong UMKM kreatif Indonesia naik kelas dan percepatan pertumbuhan ekonomi. Momentum pemulihan ekonomi harus dimanfaatkan sebaik mungkin karena UMKM merupakan pilar kebangkitan ekonomi nasional,” ujar Sandiaga.***(TP)

Sumber & foto: Kemenparekraf

1 thought on “Ingin Industri Film Indonesia Pulih, Kemenparekraf Gelar Program PEN Subsektor Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *