ESB

Foto (kiri ke kanan) : Direktur ESB; Andrew Tiang (CFO), Gunawan (CEO), Setiadi (CTO), Dwi Prawira (CRO) & Eka Prasetya (COO)

Raih Pendanaan Seri A+ Senilai 7,6 Juta USD, ESB Akan Perluas Penawaran Sistem Operasional Bisnis

Jakarta, EKRAF.net – Setelah meraih pendanaan Seri A+ senilai 7,6 juta USD, penyedia perangkat lunak sistem operasional bisnis kuliner ESB berencana memperluas penawaran sistem operasional bagi pelanggan mereka. Di antaranya, penambahan fitur upselling, peningkatan intelegensi bisnis, solusi pengiriman, solusi pembiayaan, sistem finansial dan sistem informasi sumber daya manusia.

Dengan demikian, ESB akan menjadi penyedia sistem operasional bisnis kuliner all-in-one yang menghubungkan frontend, backend, konsumen dan mitra rantai pasokan untuk restoran.

Saat ini lebih dari 95 persen pengguna ESB menggunakan seluruh sistem perangkat lunak front end dan backend, yang membuktikan adanya kebutuhan untuk optimaslisasi secara holistik.

ESB memperoleh pendanaan Seri A+ senilai 7,6 juta USD dari Alpha JWC Ventures, BEENEXT, Vulcan Capital, AC Ventures dan Skystar Capital.

Perihal rencana pengembangan bisnis ESB, Co-founder sekaligus COO ESB, Eka Prasetya, mengatakan, ESB memiliki misi aksesibilitas. Pihaknya percaya, semua skala bisnis layak mendapat dukungan. Layanan ESB tidak hanya untuk industri food & beverages (F&B) yang sudah memiliki nama besar, tetapi juga bisnis kecil dan menengah dengan biaya yang dapat disesuaikan dengan anggaran.

“Kami ingin tumbuh bersama dengan seluruh industri bisnis dan meraih kesuksesan bersama-sama,” kata Eka.


Baca juga:


Sejak terbentuk tahun 2014, ESB telah melayani lebih dari 500 jenama F&B dan memroses lebih dari 40 juta pesanan setiap tahun. Hingga saat ini, nilai transaksi bruto ESB mencapai 500 juta USD. Dalam dua tahun ke depan, ESB diprediksi akan tumbuh 10 kali lipat.

Dengan melihat data tersebut, Partner Alpha JWC Ventures, Eko Kurniadi, meyakini, ESB akan mampu memainkan peran penting dalam transformasi digital.

Menurut Eko, di masa pandemi ini banyak pelaku industri F&B mengalami titik kesulitan yang sama dalam beradaptasi dengan perilaku konsumen masa kini dan perubahan struktur operasional restoran.

Selain itu, industri ini masih sangat menarik dan terus berkembang. Setiap bulannya selalu muncul pendatang baru.

Pelaku industri F&B, menurut Eko, perlu menawarkan pengalaman pemesanan nir sentuh, mengelola inventaris secara lebih baik, mengurangi biaya operasional secara signifikan.

Kondisi ini akan mengarah pada upaya digitalisasi secara masif di semua stakeholder industri F&B.

Dengan kebutuhan ini, Eko melihat, ESB ingin menyelesaikan semua masalah tersebut dengan solusi yang komprehensif.

Data ESB menunjukkan, sejak tahun lalu, ESB telah tumbuh tiga kali lipat. ESB tumbuh oleh layanan ESB Order yang memenuhi permintaan pemesanan dengan sistem nir sentuh.

Menanggapi perolehan pendanaan Seri A+ ini, Co-founder sekaligus CEO ESB, Gunawan Woen, menyatakan, pihaknya bangga menyambut Alpha JWC Ventures dan Vulcan Capital sebagai pendukung ESB. Ia juga berterima kasih atas kepercayaan investor yang terus berlanjut.***(TP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *