Dieng-Kulon-Kemenparekraf

Ini Syarat Desa Wisata Dieng Kulon Jadi Destinasi Uji Coba

Banjarnegara, EKRAF.net – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno siap mendukung harapan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Desa Wisata Dieng Kulon, Banjarnegara, Jawa Tengah. Namun, ia mengingatkan, pada proses pengajuan permintaan menjadikan Dieng Kulon sebagai destinasi uji coba, harus ada permohonan dari pemerintah kabupaten sebagai syaratnya.

Sandiaga memberikan jawaban itu ketika mengunjungi Desa Wisata Dieng Kulon, Rabu, (6/10) kemarin.

“Masyarakat siap menjalankan protokol kesehatan. Karenanya Pak Kadis (Budpar Banjarnegara) diminta untuk mengajukan ke kami pengusulan uji coba pembukaan destinasi wisata di kawasan Dieng ini sehingga bisa kita persiapkan dan dimasukkan dalam daftar yang diujicobakan,” ujar Sandiaga Uno.

Seiring menurunnya angka kasus Covid-19, harapan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Desa Wisata Dieng Kulon adalah menjadi destinasi uji coba penerapan protokol kesehatan dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk tempat wisata.   

Untuk itu, Sandiaga mengingatkan, mereka yang bergerak di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.

“Kita ingin Desa Wisata Dieng Kulon bangkit, dapat membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan wisatawan kembali datang,” kata Sandiaga.

Dieng Culture Festival

Jika nama Dieng Kulon masih terdengar asing di telinga kamu, mungkin nama festival “Dieng Culture Festival” akan membawa ingatanmu ke sebuah gelaran festival budaya masyarakat Dieng yang diadakan setiap tahun.


Baca juga:


Pada tahun 2018, Dieng Culture Festival mampu mendatangkan 180 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggarannya.

“Dan (Dieng Culture Festival-Red) memberikan manfaat bagi masyarakat di 18 desa sekitar. Kita sudah melakukan penelitian, bahwa wisatawan rata-rata pengeluarannya per hari selama festival tersebut sebesar 450 ribu Rupiah. Sehingga total dalam tiga hari tersebut perputaran uang sekitar 90 miliar Rupiah,” ujar Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Dieng Pandawa, Alif Fauzi.

Berlokasi di ketinggian 2.093 meter di atas permukaan laut, Dieng Kulon memang menawarkan udara dingin dengan pemandangan alam yang indah.

Para wisatawan akan mendapatkan suguhan pemandangan alam indah di Bukit Sikunir, Kawah Sikidang. Selain itu masih ada wisata budaya seperti Candi Arjuna dan Museum Kailasa yang berisi informasi lengkap perihal sejarah terbentuknya Dieng.

Masyarakat Dieng Kulon memiliki tiga pertunjukan lokal, yaitu Tari Topeng Lengger, Kuda Lumping dan Rampak Yaksa.

Untuk urusan kuliner, Dieng Kulon punya menu khas yang mampu menggoyang lidahmu. Sebut saja mie ongklok, buah carica, keripik kentang, keripik jamur dan minuman purwaceng yang sudah tersohor khasiatnya.

Seniman topeng lengger

Pada kunjungan tersebut, Sandiaga juga menyempatkan diri berbincang dengan Mbah Wuljono, seniman Topeng Lengger di Dieng Kulon. Sebagai seorang seniman senior yang telah tampil di festival kebudayaan di Thailand, Mbah Wuljono harus menerima kenyataan bahwa kondisi topeng dan kostum tarinya sudah lusuh dan tidak layak.

Melihat kondisi tersebut, Sandiaga segera memberikan bantuan modal untuk pengadaan topeng dan konstum baru.

“Gerak cepat kami solusikan dengan memberikan bantuan untuk membuat 20 topeng baru dan empat pasang set kostum baru dan mudah-mudahan juga bisa kita fasilitasi untuk berangkat ke Thailand untuk memberikan satu kebanggaan bagi Indonesia dan khususnya untuk Dieng Kulon,” kata Sandiaga.*** (TP)

Sumber & foto: Kemenparekraf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *