Tiga-Fokus-Kemenkeu-Kelola-APBN-2022

Simak! Ini Tiga Fokus Kemenkeu Kelola APBN 2022

Jakarta, EKRAF.netKementerian Keuangan (Kemnekeu) akan mendorong peningkatan kualitas belanja negara melalui penerapan zero based budgeting. Selain itu, Kemenkeu juga akan memfokuskan belanja negara kepada pelayanan terhadap masyarakat dan investasi, termasuk investasi yang produktif di bidang infrastruktur.

Strategi ini disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit yang bertajuk “Indonesia Berdaya 2022: Optimisme Pemulihan Ekonomi Nasional”, Rabu (29/9).

“Tahun depan kita tetap akan menjaga belanja negara, terutama untuk sektor-sektor yang menjadi prioritas. Kesehatan terutama untuk pandemi, namun kita juga melakukan reformasi di bidang pendidikan dan juga untuk jaminan sosial. Demikian juga untuk kita melakukan belanja yang semakin efisien, serta transfer ke daerah yang makin berkualitas,” ujar Sri Mulyani.

Perihal inovasi pembiayaan, Sri Mulyani juga menjelaskan, inovasi yang akan terus dilakukan adalah Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau public private partnership, pembentukan Sovereign Wealth Funds (SWF) dan Special Mission Vehicle (SMV).

Dengan tiga model inovasi pembiayaan tersebut, Kemenkeu akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah dan ketiganya berada di bawah Kemenkeu.


Baca juga:


Pada kesempatan serupa, Sri Mulyani juga menjelaskan fokus APBN 2022, yaitu kombinasi antara menjaga momentum pemulihan ekonomi sekaligus secara bertahap menyehatkan kembali APBN.

Dengan demikian, lanjut Sri Mulyani, fokus kebijakan fiskal tahun depan adalah pemulihan ekonomi, reformasi struktural dan konsolidasi fiskal.

“Sebetulnya semenjak kita lihat terjadinya penerimaan negara yang cukup kuat sampai dengan bahkan Agustus ini, kita memiliki harapan bahwa konsolidasi fiskal bisa berjalan tanpa mendisrupsi momentum pemulihan ekonomi itu,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani menegaskan, APBN 2022 sebagai instrument counter cyclical harus tetap efektif sebagai instrument kebijakan, berdaya tahan, mampu menavigasi risiko dan bersifat keberlanjutan untuk mendukung akselerasi pemulihan ekonomi dan pelaksanaan reformasi struktural, termasuk dalam menangani Covid-19.

APBN akan tetap dan perlu direformasi dari sisi penerimaan, yaitu perpajakan. Berbagai reformasi dalam iklim usaha maupun investasi akan semakin dilengkapi reformasi di bidang sumber daya manusia.***(TP).

Sumber: Kemenkeu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *