Tokyo Game Show 2021

“Pasukan” Industri Game Indonesia Hadir di Tokyo Game Show 2021

Jakarta, EKRAF.net – “Pasukan” industri game Indonesia yang terdiri dari 19 peserta hadir di Tokyo Game Show (TGS) 2021. Mereka adalah para pelaku industri game Indonesia yang memiliki karya terbaik di bidang game development, game publishing dan game service.

Mereka adalah 4happy Studio, Agate, Algorocks, Ayoo Kreasi, Big Fire Studio, Engram Interactive, Extra Life Entertainment, Gambir Studio, GameChanger Studio, Joyseed Gametribe, Lyto, PT Megaxus Infotech, PT Melon Indonesia, Rainman Studios, Satriver Studio, Seraph Games, Vertwo, Wisageni Studio, Xelo Games.

Selain Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), kontingen Indonesia juga mendapat dukungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo, Jepang dan Asosiasi Game Indonesia (AGI).

Menanggapi kolaborasi ini, Presiden AGI, Cipto Adiguno, mengatakan, partisipasi Indonesia dalam TGS 2021 sebagai salah satu bentuk konsistensi kolaborasi antara pemerintah dengan stakeholder industri game nasional untuk memajukan produk game Indonesia di pasar global.

“Dengan semakin konsistennya kita mengirimkan delegasi Indonesia dalam event-event semacam ini, akan semakin membuat game Indonesia dikenal di industri game mancanegara, sehingga pada gilirannya juga akan meningkatkan profil industri game lokal kita di dunia,” ujar Cipto.

Perihal partisipasi Indonesia di TGS 2021, Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, mengatakan, hal ini merupakan salah satu strategi utama pihaknya dalam memajukan industri game melalui pembukaan akses pasar seluas-luasnya bagi industri game Indonesia.

“Kami percaya bahwa potensi game lokal atau game buatan Indonesia sangatlah besar untuk dapat ‘dilirik’ dunia sebagai produk digital ekonomi kreatif unggulan asal Indonesia. Hal ini tentu pada akhirnya juga akan dapat mengakselerasi pemulihan perekonomian bangsa di tengah kondisi pandemi saat ini,” kata Nia.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Jepang, merangkap Federasi Mikronesia, Heri Akhmadi, berharap kesempatan ini dapat dimaksimalkan seluruh delegasi yang terlibat.

Event (TGS 2021) ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para peserta untuk dapat meningkatkan profil serta bisnis dari industri game Indonesia secara umum,” ujar Heri.

Kegiatan delegasi Indonesia

Menempati paviliun virtual Archipelageek by Indonesia Goes to Tokyo Game Show 2021, peserta kontingen Indonesia akan memamerkan produk game mereka. Selain itu, mereka juga berkesempatan mengikuti sesi business to business (B2B) meeting melalui Business Matching System yang telah disiapkan pihak penyelenggara TGS 2021.

Para peserta delegasi Indonesia juga mendapat akses untuk berpartisipasi dalam kegiatan MeetToMatch – The Tokyo Edition 2021, sebuah platform mandiri yang mempertemukan para delegasi dengan pelaku industri game global dalam layanan matchmaking business.


Baca juga:


Kontribusi industri game kepada PDB

Subsektor aplikasi game developer pada tahun 2020 menempati posisi ketujuh penyumbang terbesar PDB ekonomi kreatif Indonesia.

“Nominal sebesar Rp 24,88 triliun atau sekitar 2,19 persen sumbangan subsektor aplikasi dan game developer untuk PDB nasional. Ini juga sejalan dengan janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan e-sport dan industri gaming yang menjadi salah satu modal bangsa,” kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam rilis resminya, Rabu (29/9).

Data terkini Kemenparekraf menunjukkan, subsektor aplikasi game developer memiliki nilai pertumbuhan positif tertinggi kedua setelah subsektor televisi dan radio.

“Dengan jumlah pertumbuhan sebesar 4,47 persen, harapan kami, games menjadi pandemic winner untuk mendorong pergerakan ekonomi Indonesia, bersama subsektor prioritas dan unggulan lainnya. Saya mengajak para stakeholder di Indonesia untuk tetap positif dan optimistis karena kita melihat kondisi ini sangat dinamis tapi kita yakin di industri game ini ada peluang yang harus dimanfaatkan untuk menjadi pemenang,” kata Sandiaga.

Sandiaga juga menjelaskan, pihaknya akan terus berupaya buka akses pasar seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif subsektor aplikasi game developer.

TGS 2021 merupakan salah satu gelaran pameran dagang dan eksibisi game terkemuka di dunia yang pada tahun ini diselenggarakan secara hybrid, kombinasi antara daring dan luring.

Tajuk gelaran TGS 2021 yang diselenggarakan secara daring adalah “We’ll Always Have Games”.

Tahun ini, TGS 2021 secara daring telah siap dihadiri oleh 351 peserta yang terdiri dari 160 eksibitor dari Jepang dan 191 eksibitor dari luar Jepang. Negara pengirim eksibitor terbanyak adalah Korea Selatan yang mengirimkan 32 eksibitor. Selanjutnya adalah Taiwan dengan 19 eksibitor, Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat  yang masing-masing mengirim 17 eksibitor. Polandia mengirim 9 eksibitor. Chile mengirim 8 eksibitor. Kanada mengirim 7 eksibitor. Spanyol mengirim 7 eksibitor. Republik Ceko mengirim 6 eksibitor dan Jerman mengirim 6 eksibitor.  

Dari Kawasan Asia dan Oceania, ada 12 perwakilan yang hadir di TGS 2021, yaitu Australia, Republik Rakyat Tiongkok, Hong Kong, India, Jepang, Makau, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Indonesia.

Gelaran TGS 2021 yang akan diadakan mulai hari ini, 30 September 2021 hingga 3 Oktober 2021 terselenggara berkat pengorganisasian Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) dan didukung Nikkei Business Publications, Inc. / Dentsu, Inc.

Jika kamu hendak menikmati kemeriahan TGS 2021 secara virtual dan gratis, kamu bisa klik link ini. Akses virtual secara gratis baru dibuka pada 1 Oktober 2021.

Bagi kamu yang menyukai musik yang terdapat di games favorit kamu, TGS 2021 juga menyediakan panggung bagi pertunjukan musik game, yaitu Tokyo Game Musik Fes (TGMF). Tayangan live streaming dapat kamu nikmati pada hari ini (30/9) dan besok (1/10) di TGMF Thumva Stage dan kamu bisa akses di link ini. ***(TP)

Sumber : Kemenparekraf dan TGS 2021

Foto: Kemenparekraf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *