Milieu-Insight

Milieu Insight: Empat Hal Ini Jadikan Pekerja Bahagia

Jakarta, EKRAF.net – Berbagai peluang yang tersedia untuk bertumbuh, hubungan dengan para kolega, gaji dan makna di balik pekerjaan yang dilakukan. Inilah empat hal dari pekerjaan yang membuat para pekerja profesional bahagia di pekerjaannya. Hal ini terungkap dari kajian Milieu Insight bertajuk “Happines at Work” pada September 2021.

Kajian Milieu Insight ini merupakan survei yang dilakukan dalam rangka gerakan International Week of Happiness at Work yang berlangsung antara 20-26 September 2021. Riset Milieu Insight hendak mengetahui sejauh mana kebahagiaan dalam lingkungan kerja di masa pandemi ini, terutama setahun setelah pandemi melanda, di kawasan Asia Tenggara.

Kajian ini mengumpulkan jawaban dari sekitar 6800 pekerja profesional di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Khusus di Indonesia, terdapat 1194 responden yang terlibat dalam kajian ini.

Secara berurutan, aspek berbagai peluang yang tersedia untuk bertumbuh meraih 43 persen jawaban responden. Sedangkan posisi kedua, hubungan dengan para kolega meraih 42 persen jawaban responden. Jawaban ketiga terbanyak adalah gaji yang mendapatkan 40 persen dan makna di balik pekerjaan yang dilakukan meraup 35 persen jawaban.

Dengan metode jawaban multi pilihan dari para responden Indonesia terhadap pertanyaan yang sama, yaitu aspek dari pekerjaan yang membuat anda bahagia, Milieu Insight juga mendapatkan empat jawaban dengan persentase terkecil.

Jawaban dengan persentase terkecil adalah kultur perusahaan. Hanya 18 persen responden yang memilih jawaban ini. Selanjutnya, jumlah pekerjaan yang ditugaskan kepada respoden mendapatkan 26 persen responden. Sedangkan benefit dari perusahaan dan pengaturan pekerjaan responden saat ini sama-sama hanya meraih 28 persen jawaban responden.


Baca juga:


Para responden Indonesia yang berjumlah 1193 individu, Milieu Insight juga mengajukan pertanyaan: aspek apa saja dari pekerjaan anda saat ini yang membuat anda tidak bahagia?

Masih dengan cara multi pilihan jawaban, sebanyak 25 persen jawaban responden adalah gaji. Sedangkan jumlah pekerjaan yang ditugaskan kepada respoden menjadi jawaban terbanyak kedua, yaitu 20 persen. Jawaban ketiga, pengaturan pekerjaan responden saat ini dengan meraih 19 persen jawaban. Jawab keempat, dengan raihan 15 persen jawaban adalah tingkat apresiasi yang diterima dari perusahaan dan kultur perusahaan.

Terhadap pertanyaan, “satu perubahan apa yang bisa paling meningkatkan kebahagiaan mereka di pekerjaan,” para responden hanya dapat memberi satu jawaban. Hasilnya, Gaji yang lebih tinggi menempati posisi pertama dengan jawaban dari 41 persen responden.

Peluang lebih banyak untuk belajar menempati posisi kedua dengan jumlah persentase yang cukup jauh dari jawaban pertama, yaitu 19 persen.

Sedangkan jawaban ketiga yang mencapai 8 persen adalah menjadi mampu  menentukan jam kerja secara independent dan jarak tempuh yang lebih pendek antara tempat tinggal dengan tempat kerja.

Menanggapi hasil kajian Milieu Insight ini di tingkat Asia Tenggara, termasuk Indonesia, COO Milieu Insight, Stephen Tracy, mengatakan, menarik sekali melihat bahwa relasi atau hubungan di pekerjaan mendapatkan posisi yang sedemikian tinggi sebagai hal yang menentukan kebahagiaan. Bahkan posisi jawaban ini sama tingginya dengan faktor gaji.

“Sebagaimana kita mendekati dua tahun hidup bersama dampak-dampak dari Covid-19, tampaknya para pekerja mulai menginginkan hubungan-hubungan yang lebih kuat dengan kolega mereka, bahkan jika hubungan-hubungan tersebut telah dikelola dari jarak jauh,” kata Stephen dalam rilis resminya kepada EKRAF.

Lebih lanjut, Stephen juga menyarankan kepada para pemimpin bisnis agar tidak mengabaikan pentingnya membina hubungan karyawan yang kuat. Menurutnya, untuk berhasil dalam hal ini diperlukan lebih dari sekadar berlangganan alat kolaborasi seperti Zoom atau GoogleTeams.

International Week of Happiness at Work merupakan sebuah gerakan bersifat “lakukan sendiri/ do-it-yourself” yang bertujuan meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kebahagiaan di tempat kerja dan kondisi baik pekerja. Gerakan ini sudah dimulai sejak 2018.***(TP)

Foto: Andrea Piacquadio / Pexels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *