Presidensi-G20-2022,-Sri-Mulyani

Presidensi G20 2022 di Indonesia, Sri Mulyani Beberkan Tujuh Agenda Finance Track

Jakarta, EKRAF.net – Terpilih jadi Presidensi G20 2022, Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati beberkan tujuh agenda yang akan diajukan Indonesia dalam sesi finance track.

 “Yang pertama dan yang penting adalah negara-negara G20 akan membahas bagaimana berkoordinasi untuk memulihkan ekonomi global,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers, Selasa (14/9) kemarin.

Menurutnya, perlu koordinasi kebijakan global demi pemulihan bersama dan menjadi lebih kuat.

Dengan demikian, topik yang akan sering dibahas dalam Presidensi G20 2022 adalah kapan negara-negara, terutama anggota G20 yang semuanya melakukan kebijakan ekstraordinary di bidang fiskal dan moneter, akan mulai menetapkan melakukan exit policy, yaitu mengurangi intervensi kebijakan makro yang luar biasa dan tidak berkelanjutan (sustainable) secara bertahap dan terkoodinasi.  

Perihal exit policy ini, menurut Sri Mulyani, perlu dilakukan agar pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara dan pertumbuhan ekonomi global akan dapat berkelanjutan atau terus berlangsung.

Di sini Sri Mulyani melihat adanya tantangan, yaitu bagaimana desain dan kapan negara anggota G20 secara bersama-sama melakukan kebijakan exit policy.

“Yang kedua, tentu bagaimana semua negara akan melihat dampak Covid yang tidak hanya di bidang Kesehatan. Ini yang disebut ada dampak scaring atau luka dari perekonomian akibat terjadinya Covid,” kata Sri Mulyani.

Pada agenda kedua ini, Sri Mulyani menyebut sejumlah problem, seperti adanya disrupsi persediaan (supply disruption), adanya perusahaan yang mengalami kesulitan dari sisi neraca dan tidak mudah pulih kembali.

Selain itu, pembahasan tentang produktivitas, pemulihan ekonomi kembali dan kebijakan-kebijakan yang akan dapat didesain juga masuk dalam pembahasan agenda kedua ini.

Agenda ketiga adalah perihal mata uang digital bank sentral.

Agenda keempat, tentang pembiayaan yang berkelanjutan.

Sri Mulyani melihat agenda penting di level global saat ini, yaitu bagaimana sektor keuangan mendukung agenda perubahan iklim.

“Maka akan dibahas mengenai fasilitas keuangan hijau, termasuk bagaimana stimulus atau dukungan di bidang fiskal untuk menciptakan transformasi ekonomi menuju ekonomi yang hijau dan berkelanjutan. Juga akan dibahas mengenai bagaimana regulasi infrastruktur digital dalam rangka untuk meningkatkan leverage dan mobilisasi investasi sektor privat,” imbuh Menkeu.


Baca juga:


Agenda kelima adalah pembayaran lintas batas (cross-border payment). Topik ini menanggapi perkembangan system pembayaran dengan teknologi digital dan ekonomi digital.

Agenda keenam, inklusi keuangan yang berfokus pada pengembangan kredit usaha kecil untuk UMKM dan digitalisasi usaha kecil menengah.

Agenda ketujuh, perihal kemajuan dan pelaksanaan persetujuan dan perkembangan prinsip perpajakan global.

“Di sini akan dibahas berbagai pembahasan mengenai insentif pajak, pajak dan digitalisasi, praktek-praktek penghindaran pajak (tax avoidance), terutama berkaitan dengan base erosion profit shifting, dan transparansi pajak, juga pajak dan pembangunan serta kepastian pajak,” kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga menjelaskan, reformasi perpajakan merupakan prioritas penting bagi Indonesia karena saat ini sedang melakukan reformasi perpajakan. Selain itu, tema ini juga merupakan kebijakan yang sangat penting dan prioritas dalam pertemuan G20.

“Indonesia akan terus menjaga kepentingan kita dan juga kepentingan negara-negara berkembang agar di dalam melihat perkembangan dunia termasuk dengan adanya digital teknologi ini kita tidak dirugikan tapi mendapatkan manfaat yang maksimal baik di bidang ekonomi maupun di bidang perpajakan,” tegas Sri Mulyani.

Untuk pertama kalinya, Indonesia terpilih menjadi Presidensi G20 tahun 2022 pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 ke-15 Riyadh, Arab Saudi, 22 November 2020.

Serah terima Presidensi G20 dari Italia ke Indonesia akan dilaksanakan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, pada 30-31 Oktober 2021.

Dilansir dari rilis  tertulis Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, sejumlah pertemuan telah dipersiapkan unutk Presidensi G20 2022, seperti pertemuan KTT, pertemuan tingkat menteri dan gubernur bank sentral, pertemuan tingkat sherpa, pertemuan tingkat deputi, pertemuan tingkat working group, pertemuan tingkat engagement group,  program side events, dan program Road to G20 Indonesia 2022.***(TP)

Sumber: Kemenkeu dan Kominfo

Foto: Kemenkeu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *