East Ventures

Roderick Purwana Buka Alasan East Ventures Suntik 43 miliar ke Legit Group

Jakarta, EKRAF.net – Managing Partner East Ventures, Roderick Purwana, menilai, Legit Group telah membuktikan kemampuannya menciptakan merek F&B yang unik dan menarik dengan pertumbuhan yang mengesankan. Hal inilah alasan East Ventures menyuntik modal 43 miliar Rupiah ke Legit Group.

Sebagai sebuah entitas bisnis yang baru lahir pada 1 Februari 2021 lalu, penjualan Legit Group telah tumbuh 9,5 kali lipat. Terhitung antara Juni hingga Juli 2021, pendapatannya melonjak 61 persen. Kini, Legit Group beroperasi di 45 titik distribusi dan memiliki tiga merek, yaitu Pastaria, Sei’Tan dan Juju Chikin.

“Hal ini dimungkinkan oleh tim yang sangat solid dengan pengalaman industri terkemuka. Latar belakang tim dan fokus pada penciptaan merek skalabel berkualitas tinggi, di tengah pasar yang besar dan berkembang pesat akan menjadi katalis kuat untuk melontarkan Legit Group menjadi pemenang di bidang ini,” ujar Roderick dalam rilis resminya.

Dengan suntikan modal 43 miliar dari East Ventures dan partisipasi AC Ventures, Legit Group berencana luncurkan dua merek baru dan meluaskan titik distribusi hingga 135 titik hingga akhir 2021.


Baca juga:


Melihat target tersebut, tak mengherankan jika grup F&B hasil kerjasama Ismaya Group, Yummy Corp dan GK Hebat ini ingin menjadi pemimpin dalam menciptakna merek makanan dan minuman pengiriman pertama di Asia Tenggara.

Pandemi dan bisnis F&B

CEO dan Co-Founder Legit Group, Sumarno Ngadiman, mengatakan “Pandemi ini semakin mempercepat adopsi bisnis pesan-antar makanan dan kami percaya tren ini akan tetap ada bahkan ketika pandemi berakhir.”

Sementara itu, Roderick berpendapat, situasi pandemic yang memukul sektor F&B telah menjadikan pengusaha tidak bisa lagi andalkan penjualan makanan di tempat tradisional.

“Mereka sekarang merangkul layanan pengiriman makanan online, yang merupakan langkah yang diperlukan untuk tetap bertahan melalui pandemi,” ujarnya.

Dikutip dari rilis resmi East Ventures, saat ini Indonesia memiliki pasar layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara dengan ukuran pasar sebesar US$3,7 miliar. Angka ini menyumbang 31 persen dari total nilai pengiriman makanan di kawasan ini dan terus tumbuh sebesar 35,2 persen setiap tahun.***(TP)

Foto: Markus Winkler / Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *