Rencana Kerja Kemneparekraf Bermodal 3,79 Triliun

Ini Rencana Kerja Kemenparekraf Bermodal 3,79 Triliun!

Jakarta, EKRAF.net – Bermodal anggaran 3,79 triliun Rupiah di tahun 2022, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ajukan dua tema utama Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022. Kedua tema itu adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.

Hal ini disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DPR RI.

Dalam rapat kerja kali ini, Sandiaga bersama jajarannya menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Kemenparekraf/ Baparekraf tahun 2022.

“Berdasarkan nota keuangan RAPBN TA 2022, pagu anggaran sementara Kemenparekraf adalah sebesar Rp 3.79 triliun,” ungkap Menparekraf Sandiaga Uno, sebagaimana tertulis dalam rilis Kemenparekraf, Kamis (2/9/2021).

Sebagaimana terdapat pada rancangan RKP tahun 2022, Kemenparekraf menetapkan dua strategi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif, yakni pemulihan pasar dan industri pariwisata dan ekonomi kreatif, serta diversifikasi pariwisata dan peningkatan nilai tambah ekonomi kreatif.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Angela Tanoesoedibjo, menjelaskan, strategi pemulihan pasar dan industri pariwisata dan ekonomi kreatif akan terbagi menjadi dua bagian, yaitu pemulihan pasar dan pemulihan industri dan lapangan pekerjaan.

Sedangkan strategi untuk diversifikasi pariwisata dan peningkatan nilai tambah ekonomi kreatif adalah perluasan pasar, pariwisata berkualitas, dan peningkatan nilai tambah ekonomi kreatif.

Angela menjelaskan, Kemenparekraf telah merancang enam program strategis berdasarkan RKP tahun 2022.

Pertama, pemulihan Bali dan destinasi unggulan lainnya seperti Batam-Bintan, Banyuwangi, Bandung, dan destinasi pariwisata unggulan lainnya.

Kedua, pengembangan desa wisata dengan mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif sebagai penggerak perekonomian masyarakat.

Ketiga, pengembangan destinasi pariwisata prioritas yang merupakan major project dari RPJMN 2020-2024.

Keempat, diversifikasi pariwisata berkualitas yang merupakan turunan dari paradigma quality tourism yang menjadi landasan pembangunan pariwisata ke depan.

Kelima, pemulihan usaha dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif yang dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 tentang Ekonomi Kreatif.

Keenam, akselerasi adopsi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.


Baca juga:


Keenam program ini akan digarap oleh seluruh kedeputian beserta badan otorita pariwisata secara terpadu. Tujuannya adalah mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan serta ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

Platform kerja inovasi adaptasi dan kolaborasi dan aksi gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama), dan gaspol (garap seluruh potensi lapangan kerja) menjadi pegangan bagi jajaran di Kemenparekraf untuk merancang kegiatan bersama demi memulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Angela.

Target kerja Kemenparekraf 2022

Angela juga menyampaikan target Kemenparekraf tahun 2022 yang sudah disesuaikan dengan kondisi terkini dan tertera dalam RKP tahun 2022.

Jumlah wisatawan mancanegara yang dalam target RKP 2022 sebesar 8,5-10,5 juta orang, dengan target penyesuaian menjadi 1,8-3,6 juta orang.

Terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang Pariwisata Tahun Anggaran 2022, Sandiaga menjelaskan, pagu anggaran yang ditetapkan Kemenkeu adalah sebesar Rp 877,9 miliar yang terdiri dari DAK Non Fisik sebesar Rp 127,9 miliar untuk 93 kabupaten/ kota serta DAK Fisik sebesar Rp 750 miliar di 91 dari 93 kabupaten/ kota.

“Total terdapat 93 kabupaten/kota lokasi prioritas DAK bidang pariwisata tahun 2022 terletak di 20 provinsi yang ditentukan oleh Kementerian PPN/Bappenas. Sementara pagu anggaran DAK Fisik dan Non Fisik Bidang Pariwisata TA 2022 ditentukan oleh Kemenkeu berdasarkan besaran Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD),” kata Sandiaga.

Pemimpin rapat kerja yang sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih menjelaskan, terkait pagu anggaran Kemenparekraf/Baparekraf, Komisi X DPR RI akan melakukan pendalaman dalam bentuk rapat dengar pendapat (RDP) dalam waktu dekat.

“Dengan menekankan agar pandangan dan catatan yang disampaikan anggota Komisi X DPR dalam raker hari ini mendapatkan penjelasan secara rinci dalam RDP oleh masing-masing eselon I (Kemenparekraf/ Baparekraf),” kata Abdul Fikri Faqih.

Komisi X DPR juga menyampaikan sejulah pandangan, antara lain program atau kegiatan dalam bentuk bantuan langsung kepada pelaku parekraf agar menjadi prioritas dan tidak dilakukan pemotongan anggaran oleh Kemenparekraf/Baparekraf dan lainnya.

Hal yang sama terkait alokasi anggaran DAK Tahun Anggaran 2022 bidang pariwisata. Komisi X, jelas Abdul Fikri, akan melakukan pendalaman dalam bentuk RDP.

“Utamanya pendalaman mengenai arah kebijakan dan menu DAK, serta sebaran lokasi atau sasaran,” kata Fikri.***(TP)

Foto: Kemenparekraf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *