ARTJOG RESILIENCE_Exhibition View_Entang Wiharso_City on the Move (1)

ARTJOG

Setelah Tertunda, ARTJOG Arts in Common Digelar Hingga Akhir Agustus

Jakarta, EKRAF.net – Setelah tertunda karena pandemi, kini tajuk kedua ARTJOG Arts in Common sudah digelar hingga 31 Agustus 2021. Tahun ini, ARTJOG mengambil tajuk Time (to) Wonder sebagai representasi kata kunci kedua, yaitu waktu.

Sebagai sebuah seri pameran, ARTJOG Arts in Common menetapkan tiga kata kunci sejak akhir 2018. Ketiganya adalah ruang, waktu dan kesadaran. Ketiganya merupakan konsep yang saling melengkapi dan menegaskan.

Konsep pertama, ruang, telah menjadi tajuk pada ART JOG 2019 yaitu common | space.

Tahun berikutnya, 2020, ARTJOG berusaha menunjukkan ketahanan seniman walaupun dihadapkan dengan pandemi melalui ARTJOG tanggap darurat (emergency response)yang bertajuk ARTJOG RESILIENCE. Karya-karya yang dihadirkan sebagian besar karya dua dimensi untuk membatasi kemungkinan kontak dengan pengunjung disertai prosedur keamanan dan kesehatan yang ketat. Selain itu, ada pula program yang dilaksanakan secara daring.

Melalui keterangan tertulisnya, Direktur ARTJOG Heri Pemad mengatakan, berbekal pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, ARTJOG tahun ini tentu berusaha lebih baik dari sisi presentasi karya dan  teknis pelaksanaan.

“Tahun ini kami kembali memberi kelonggaran kepada seniman dalam gagasan, media, material, dan luasan ruang. Teknis pelaksanaan program seperti curatorial tour akan mencampur seperti saat pandemi dan sebelum pandemi (hybrid). Beberapa program juga kembali diadakan seperti Young Artist Award (YAA), dan program pertunjukan yang tentunya dengan manajemen pelaksanaan menyesuaikan kondisi terkini,” kata Heri kepada ERKAF.net.

Heri berharap, pada ARTJOG 2021 para seniman dapat berbicara mengenai hal-hal yang lebih jauh ke depan untuk mengejar ketertinggalan atas perkembangan zaman karena adanya pandemi. Harapan kedua adalah ARTJOG 2021 ini dapat menyadarkan kembali masyarakat bahwa seni itu memiliki manfaat sangat besar. Manfaat ini tidak hanya melulu di wilayah estetis, yaitu seni sebagai sebuah hiburan. Namun lebih dari itu, yaitu  seniman bisa memberi tawaran pemikiran-pemikiran yang berguna.***(TP)

Sumber & foto: ARTJOG


Baca juga:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *