Empat Strategi Kemenparekraf Pulihkan Sektor Parekraf Pasca Pandemi

Empat Strategi Kemenparekraf Pulihkan Sektor Parekraf Pasca Pandemi

Ini Empat Strategi Kemenparekraf Pulihkan Sektor Parekraf Pasca Pandemi

Jakarta, EKRAF.netKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  telah memiliki empat strategi untuk pulihkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif pasca pandemi.  

Pertama, Kemenparekraf akan fokus pada pembangunan infrastruktur di lima destinasi super prioritas, yaitu Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Likupang.

Kedua, penyiapan kalender event yang bernama Kalender Event Nusantara (KEN) yang menggunakan penyiapan 360 derajat.

Ketiga, implementasi aspek kesehatan dan keselamatan pada setiap destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif juga diperketat dan diperluas, melalui sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety, Environment). Tujuannya adalah agar wisatawan merasa aman dan nyaman dalam berwisata.

Keempat, subsektor ekonomi kreatif yang diharapkan mampu menjadi lokomotif untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Mengenai sektor ekonomi kreatif ini, Sandiaga mengatakan, “Di masa pandemi ini ternyata ada beberapa subsektor ekonomi kreatif yang mampu bertumbuh secara siginifikan akibat transformasi digital.”

Keempat strategi ini disampaikan Sandiaga Uno ketika menjadi keynote speaker dalam acara KKP II Sespim Lemdiklat Polri, secara daring, di Jakarta, Jumat (23/7) lalu.

Budaya kerja

Selain empat strategi tersebut, Sandiaga Uno menjelaskan budaya kerja yang diterapkan dalam melakukan empat strategi pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yaitu budaya kerja 4as.

Budaya kerja 4as ini adalah kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

Sandiaga juga menyebutkan 3G dalam penerapan budaya kerja ini, yaitu gercep (gerak cepat), geber (gerak bersama), gaspol (garap semua potensi lapangan kerja).

“Hal tersebut perlu dilakukan, karena ada 34 juta masyarakat yang menggantungkan hidupnya di sektor ini dan dampak pandemi juga sudah dirasakan oleh masyarakat lebih dari satu setengah tahun,” kata Sandiaga.

Lebih lanjut perihal dampak pandemic terhadap sektor pariwisata, Sandiaga memaparkan sejumlah data. Kunjungan wisatawan mancanegara turun 75 persen. Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara pada Januari 2021 turun 89 persen. Devisa juga turun hampir 80 persen.

Secara umum, Sandiaga juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 minus 2 persen. Secara khusus, ekonomi kreatif ,yang biasanya bertumbuh antara 5 – 7 persen, harus terkontraksi hingga minus 2,39 persen.

“Ini adalah tantangan tersendiri yang harus kita hadapi,” ujar Sandiaga.***(TP)

Sumber & foto: Kemenparekraf


Baca juga:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *