WIDURI Ekraf

WIDURI, Peluang Terbaik Wirausahawan Ekraf Lima Destinasi Prioritas Plus Bali!

Jakarta, EKRAF.net – WIDURI, Wirausaha Digital Mandiri Ekonomi Kreatif merupakan kesempatan terbaik bagi para wirausahawan ekonomi kreatif yang berada di lima destinasi super prioritas, yaitu Mandalika, Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Likupang plus Bali.

Bersama Universitas Telkom, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyelenggarakan program ini dengan tujuan mencetak wirausahawan di bidang ekonomi kreatif yang mandiri, terutama di subsektor fesyen, kuliner, kriya, musik dan fotografi.

Pendaftaran program ini telah dibuka pada 5 – 14 Juli 2021. Para calon peserta akan menjalani tahap kurasi. Pengumuman peserta yang lolos tahap kurasi sehingga dapat mengikuti pelatihan daring akan dilakukan pada Jumat (16/7/2021).

Penyelenggara akan melaksanakan pelatihan secara daring sejak 26 Juli – 6 Agustus 2021.

Khusus peserta dari destinasi Mandalika, penyelenggara akan melakukan pelatihan secara luring (offline). Program WIDURI kali ini merupakan batch pertama untuk peserta dari Mandalika yang akan berlangsung dalam dua tahap.

Tahap pertama berupa pelatihan daring (online) yang akan berlangsung selama dua minggu, yaitu 26 Juli 2021 hingga 6 Agustus 2021.

Sedangkan tahap kedua merupakan tahap selanjutnya yang hanya bisa diikuti oleh 60 peserta dan dilanjutkan pelatihan luring.

Syarat (calon) peserta WIDURI

Secara umum, pihak penyelenggara mensyaratkan (calon) peserta untuk memenuhi empat syarat. Pertama, calon peserta harus merupakan pelaku ekonomi kreatif atau UMKM di Mandalika, Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Likupang dan Bali. Kedua, sudah memiliki produk, merek atau karya. Ketiga, usaha sudah berjalan selama minimal satu tahun. Keempat, memiliki akun sosial media dan atau akun media promosi produk, merek dan karya.

Selain itu, masih ada syarat khusus yang berlaku bagi subsektor kuliner, kriya, fesyen, musik dan fotografi. Bagi pelaku ekonomi kreatif subsektor kuliner, syarat yang dikenakan adalah haruslah menggunakan bahan baku lokal (local content). Wirausaha kuliner ini juga harus mempunyai tempat produksi dan atau ghost kitchen.

Sedangkan syarat bagi wirausahawan subsektor kriya adalah memiliki bahan baku, tempat produksi dan jumlah staf minimal dua orang.

Wirausahawan subsektor fesyen hanya dikenakan syarat memiliki staf berjumlah minimal dua orang.

Bagi pelaku industri musik, penyelenggara mengharuskan tiga syarat yang harus terpenuhi, yaitu artis atau musisi lokal, produser dan manajemen artis. Sedangkan bagi pemilik usaha di subsektor fotografi, diwajibkan melampirkan portofolio karya.

Tertarik untuk ikut program ini? Buruan daftarkan dirimu dengan klik link ini. ***(TP)

Sumber: Kemenparekraf

Foto: Unsplash / Rafika Manullang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *