Kesetaraan gender

Lima Langkah Aksi Nyata Wujudkan Kesetaraan Gender!

Jakarta, EKRAF.net – Perempuan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis. Namun, belum semua entitas bisnis membangun kultur yang menyediakan ruang bagi kesamaan gender. Berikut ini adalah lima langkah aksi nyata yang dapat diwujudkan organisasi manapun untuk menciptakan kesetaraan gender di ruang kerja.

Pertama, lentur. Pandemi yang melanda seluruh dunia sudah memaksa kita semua untuk mengubah cara kita kerja dan mengelola kehidupan kita. Semua pekerja sebaiknya memahami tekanan yang bertambah dari tanggung jawab mengelola rumah tangga dengan tuntutan kerja. Hal ini akan membutuhkan cara berpikir “out of the box” untuk menghadirkan solusi yang realistis dan wajar, seperti jam kerja yang fleksibel atau hari kerja yang berselang seling.

Kedua, berkata “tidak” merupakan sebuah kewajaran. Ketika ada seseorang merasakan beban kerja yang berlebihan dan mengatakan “tidak” pada tanggung jawab tambahan, maka perlu ada sebuah lingkungan yang tidak menilai secara sepihak. Dengan demikian ia tidak merasa terkena pinalti dan justru merasa nyaman untuk mengatakan batas yang mampu ia terima. Organisasi perlu mendorong kaum wanita untuk berani meminta pertolongan ketika sedang membutuhkannya dan memiliki pilihan untuk rehat, meditasi, melatih bersyukur dan merangkul waktu bersama keluarganya.

Ketiga, tawarkan dukungan. Dengan demikian, organisasi menunjukkan kepedulian terhadap karyawannya. Mulailah dengan menanyakan pertanyaan penting dan mendengarkan secara sungguh apa pun tanggapan mereka, seperti apa kabarmu? Apa yang dapat kami lakukan untuk membantumu? Kemudian, mulailah mencari cara untuk menyediakan dukungan yang dibutuhkan mereka, yang barangkali dukungan yang tidak bersifat konvensional.

Keempat, penekanan pada kondisi baik dan peduli pada diri sendiri. Pandemi telah berlangsung selama setahun lebih. mungkin selama itu pula karyawati di organisasi Anda hidup dalam rutinitas yang sama hari demi hari. Banyak pula yang selama bekerja di rumah justru seakan tidak memiliki batas yang demikian jelas antara pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah tangga. Maka penting bagi Anda dan organisasi untuk membantu karyawati Anda untuk menemukan cara yang baik untuk mengeola kesehatan mental, stress dan energi untuk menjalani kehidupan secara lebih sehat.

Kelima, menjadi lebih inklusif. Mulailah dengan memperhatikan lebih seksama di sekitar Anda ketika rapat penting. Perhatikan secara individual, baik ketika online maupun offline. Apakah wanita dan mereka yang berwarna (people of colour/ POC) sudah cukup terwakilkan keberadaannya di organisasi Anda? Jika tidak, maka saat Anda menata ulang daftar undangan rapat yang membicarakan strategi, visi dan keputusan penting bisnis organisasi Anda, walaupun mereka tidak berstatus sebagai partner.

Isu kesetaraan gender ini semakin krusial di masa pandemi ini. Ketika pandemi melanda seluruh dunia, justru semakin menunjukkan kemampuan perempuan dalam mengelola pekerjaan dan kehidupan keluarga mereka.

Hal ini disampaikan Direktur Keberagaman dan Inklusi The American Institute of CPAs (AICPA) and The Chartered Institute of Management Accountants (CIMA) Crystal Cooke melalui rilis tertulisnya yang dikirimkan ke EKRAF.net.

Lebih lanjut, Crystal mengatakan, adalah sebuah kewajiban bagi organisasi apapun untuk menyadari tantangan tantangan yang dihadapi kaum perempuan dalam perkembangan karirnya dan bertindak nyata pada tempatnya untuk mendukung kesuksesan mereka.*** (TP)

Foto: Unsplash / Amy Hirschi


Baca juga:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *