lebih produktif dengan empat habitus ini

Lebih Produktif Dengan 4 Habitus Ini!

Jakarta, EKRAF.net – Hidup di zaman teknologi serba canggih seperti sekarang sudah pasti menghadirkan keyakinan bahwa teknologi membuat segala hal lebih mudah dan hasil lebih optimal.

Seorang BJ Fogg, ilmuwan Stanford University sudah menemukan bahwa manusia ingin lebih produktif. Melalui kajiannya selama lebih dari tiga dekade, Fogg mendapatkan insight sederhana namun sangat berdaya, yaitu seseorang akan lebih produktif dengan cara memberikan penghargaan kepada dirinya sendiri setelah membuat perubahan.

Lantas Fogg mengajak setiap orang untuk menyelipkan sebuah habitus kecil dan sederhana ke dalam rutinitas harian mereka.

Peter Cohen, dalam tulisannya di Inc.com, menilik 12 habitus kecil yang ditawarkan Fogg dan memilih empat habitus yang menurutnya sangat berguna untuk seorang pemimpin. Menurutnya, keempat habitus ini mampu meningkatkan produktivitas.

“Saya telah meninjau 12 habitus kecil dari Fogg dan menyeleksi empat di antaranya yang saya percayai keempatnya sangat berguna bagi para pemimpin seperti Anda,” tulis Cohen.

Pertama, duduklah di tempat kerja Anda dan taruh telepon seluler Anda di meja dalam mode hening.

Cohen menyadari, seorang pengusaha pasti harus memberikan waktu untuk banyak pihak, baik timnya, pelanggannya dan para investor. Menurutnya, tidak semestinya seorang pengusaha begitu saja mudah memberikan waktu untuk mereka setiap saat.

Maka, buatlah sebuah rencana harian dan tetap menjalankannya. Rencana harian dapat membantu Anda untuk fokus mengejar tujuan (goals) Anda.

Dengan demikian, tidak setiap panggilan telepon harus dijawab. Letakkan saja di meja dan fokus pada pekerjaan yang sudah direncanakan.

Habitus ini akan membuatmu fokus pada tugas utama. Sesudahnya, Anda akan memiliki waktu untuk orang lain yang membutuhkan kehadiran Anda.

Kedua, hindari media sosial. Ya, media sosial itu memang menyenangkan. Terlebih saat pandemi seperti sekarang, media sosial menjadi salah satu solusi untuk tetap bersilaturahmi dengan keluarga jauh ataupun kolega. Berselancar di lini masa media sosial seakan bertemu dengan semua orang dan mendengarkan semua cerita mereka.

Tapi tahukah Anda, media sosial juga bisa menyusahkan. Lain halnya bagi tim marketing dan layanan pelanggan yang memang harus ‘hadir’ di media sosial.

Namun Cohen mengingatkan, sebagai pengusaha, tidak semestinya Anda menghabiskan waktu kerja untuk memantau media sosial. Bukan hanya Facebook, namun juga media sosial untuk kalangan profesional seperti LinkedIn. Untuk hal ini, Anda bisa berdalih bahwa dengan berselancar di LinkedIn, Anda bisa saja mendapatkan ide bisnis yang menarik.

Cohen menegaskan, bersosialisasi di media sosial akan berisiko membuang waktu kerja. Jika Anda merasa jenuh bekerja, lebih baik berjalan ke luar ruang, ke luar gedung ketimbang bermain di media sosial.    

Ketiga, setelah rapat, segera tuliskan topik, tanggal dan siapa yang hadir di rapat. Hal ini tampak sederhana dan lumrah bagi seorang sekretaris. Namun kebiasaan kecil ini juga penting bagi Anda yang mengaku seorang pengusaha.

Sebagai pemimpin di perusahaan, Anda akan sering melakukan rapat dengan banyak pihak, baik calon pelanggan atau investor.

Persis, ketika begitu banyak rapat yang harus Anda hadiri, perlu ada dokumentasi atau catatan yang sistematis. Tanpa dokumentasi, rapat itu bisa saja luput dari perhatian Anda. Selain itu, tentu saja ingatan manusia terbatas. Maka catatan, sesederhana apapun, menjadi sangat penting.

Catatan perihal rapat akan sangat membantu Anda ketika hendak menindaklanjuti hasil rapat itu. Anda akan mengetahui secara persis apa yang disampaikan setiap orang dalam rapat itu.

Anda tentu tidak ingin merasa minder ketika hendak melanjutkan hasil rapat minggu lalu, namun bertanya kepada investor yang hadir di rapat itu perihal topik yang dibahas.

Hal ini hanya akan menyita waktu, tenaga dan rasa malu Anda.

Lebih baik, semua energi Anda kerahkan untuk mengembangkan bisnis. Semua hal yang dapat dibereskan oleh notulensi, sebaiknya memang demikian adanya.

Keempat, setelah membaca surat elektronik yang Anda anggap penting, jawablah : “Saya paham. Nanti akan saya tinjau lebih detail dan segera mengabari Anda.”

Seorang pemimpin perusahaan akan menerima begitu banyak surat elektronik. Entah kiriman dari karyawan, pelanggan dan kolega. Mereka yang mengirimkan surat elektronik juga memiliki intense dan urgensi yang beragam. Bagi si pengirim, surat elektronik yang dikirimkan ke Anda mungkin sangat penting dan mendesak. Namun bisa jadi tidak demikian bagi Anda.

Cohen menyarankan, lebih baik Anda langsung membalasnya dengan catatan ringkas dan jelas bahwa Anda telah menerima dan mengerti isi surat elektronik tersebut. Lalu, Anda siapkan waktu tersendiri untuk menanggapinya.

Ini empat habitus kecil yang bsia berdampak besar terhadap produktivitas Anda.***(TP)

Sumber: Inc.com

Foto: Unsplash.


Baca juga:



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *