Rhinocerros Song Tondi

Rhinocerros Song, 150x200cm, karya Tondi Utama Hasibuan.

Belahan Momen Tondi

(Sebuah Catatan Pra Event Pameran “Eternal”)

Oleh: Frigidanto Agung*

Jakarta, EKRAF.net – Ketika berbicara momen maka aktivitas terjadi dalam satu waktu yang direncanakan akan hadir. Proses kehadiran momen ini kadang disengaja, kadang tidak disengaja. Situasi dan kondisilah yang membuat momen tak terencanakan itu hadir. Oleh sebab batas kesadaran dalam membuat momen nampak dan dirasakan membutuhkan perencanaan. Seperti apa yang tercipta dalam karya seni akhirnya karsa yang menentukan. Bahwa kehadiran karya secara sadar ada dalam karsa diri.

Begitulah pengalaman yang dilampaui oleh Tondi Utama Hasibuan, salah satu pelukis yang akan memamerkan sejumlah karyanya dalam pameran lukisan bertajuk “Eternal”. Bersama Supriatna dan Andi Sopiandi, Tondi akan memajang karya lukisnya di Balai Budaya Jakarta, Jakarta, pada 20-30 Desember 2020.

Pameran dengan konsep Eternal yang berarti abadi merupakan pengertian mendasar dari perjuangan meniti karier sebagai seniman. Masing-masing pelukis selalu mempertaruhkan karya demi abadi menjadi seorang seniman. Ketika melukis, seniman akan menghadirkan karya dengan gaya dan pemikiran yang mereka bawa dalam pemikiran berkarya. Dengan demikian, karya tersebut memperluas perjuangan nilai seniman dalam menghadapi kehidupan ini.

“Melukis itu lebih mengekspresikan diri baik pikiran, ide, konsep dan rasa. Sudah kebutuhan pokok, kebutuhan buat berkesenian tentang jiwa terdalam kita”, ujar Tondi.

Tondi Utama Hasibuan

Kesatuan karsa yang terdalam dari Tondi menjadi lukisan yang akan dipaparkan dalam pameran ini juga menjadi rencana awal untuk penulisan buku tentang karya lukisnya untuk pertama kali. Buku yang akan diberinya judul Counterpart berisi perjalanan semi biografis dalam menjalani karier sebagai seorang pelukis. Buku ini akan bercerita bagaimana pelukis yang studi di Birmingham University, Inggris ini melakoni dunia kesenian selama ini.

Ketertarikan Tondi menjalani dunia seni sebagai bagian dalam hidupnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman yang dilakoninya karena sejak kecil ia telah melukis. Ini adalah tanda bahwa dirinya selalu mengekspresikan apa yang dirasakan dan dipikirkannya di atas bidang gambar.

Satu bagian hidup yang dijalani Tondi adalah dirinya merupakan Raja Huristag, suatu wilayah di daerah Padang Lawas, Sumatera Utara. Ini bagian hidup lainnya yang mau tidak mau menjadi bagian pengalaman yang telah dilakoni pada sebagian usianya.

Tondi menjalani lakon istimewa sebagai Raja Huristag dan pelukis. Salah satu titik penting yang mengukuhkan eksistensi dirinya di dunia seni lukis adalah undangan dari Florence Biennale sebagai pelukis peserta tahun 2021 mendatang.**

*Frigidanto Agung : kurator dan penulis seni rupa, tinggal di Jakarta.

Foto: Frigidanto Agung/ Tondi Utama Hasibuan.


Baca juga:




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *