Jadi pengusaha

Jadi pengusaha

Pikirkan Tiga Hal Ini Sebelum Jadi Pengusaha!

Jakarta, EKRAF.net – Kadang situasi tidak berpihak kepada Anda. Rencana yang telah dibuat sejak akhir 2019, bisa begitu saja ambyar di bulan Maret 2020. Anda bisa menyalahkan siapa saja atas situasi tak menentu seperti saat ini. Namun, kenyataannya, Anda tak sendirian menghadapi badai yang menghantam dunia bisnis, kesehatan dan sosial.

Jika nasib sebagai pekerja, apapun level Anda di perusahaan saat ini, harus bergantung pada denyut nadi perusahaan, tak ada salahnya Anda mulai berpikir tentang usaha mandiri.

Bagi Anda yang sudah terlanjur dirumahkan atau bahkan berstatus pengangguran di saat pandemi, tak ada pilihan lain selain harus bekerja dan menghasilkan uang untuk hidup. Tapi bukan lagi bekerja sebagai karyawan suatu perusahaan. Melainkan, bekerja demi diri Anda sendiri alias menjadi wirausaha, meski harus memulainya dari level mikro yang berskala rumahan.

Lantas bagaimana caranya memulai peran sebagai pengusaha? Berikut ini adalah sejumlah pertimbangan untuk membantu Anda memantapkan diri sebagai pengusaha.

Menjadi seorang pengusaha akan memberikan sejumlah keuntungan bagi diri Anda sendiri. Keuntungan pertama adalah kebebasan. Tidak ada yang mengatur aktivitas Anda. Anda bebas bertumbuh dan berkembang sebagai manusia. Kegiatan Anda di meja kerja bukan lagi demi kebutuhan perusahaan. Tidak akan ada orang yang akan menyuruh Anda mengerjakan pekerjaan tertentu. Selain itu, kebebasan akan tampil dalam hal kelenturan mengatur jadwal Anda sehari–hari. Dampaknya, jika berhasil, Anda akan mewujudkan keseimbangan hidup antara pekerjaan, keluarga dan pribadi.

Benefit kedua, Anda bisa mewujudkan ide Anda sendiri. Tidak perlu bersusah payah menjelaskan ide Anda kepada atasan. Jika sudah punya ide dan rencana, langsung eksekusi! Anda bisa menjalankan ide dan rencana sesuai cara yang Anda inginkan. Bahkan, jika usaha Anda ini berkembang menjadi entitas bisnis yang lebih besar, Anda bisa membangun budaya perusahaan yang mencerminkan nilai kehidupan yang Anda pegang.

Benefit ketiga, tidak ada batasan penghasilan sebagai pengusaha. Sejauh Anda terus menjalankan bisnis Anda secara konsisten dan berkembang, dampak nyatanya adalah tidak ada kata “limit” untuk penghasilan. Namun, di fase awal, sebagaimana lazimnya nasib pengusaha, Anda harus menerima kenyataan bahwa pendapatan Anda belum memuaskan. Tapi, seiring waktu berjalan, semakin Anda menjalankan bisnis secara konsisten, penghasilan Anda juga terus berkembang. Ini berbeda sekali dengan nasib karyawan yang harus berada di bawah kendali atasan dan aturan main perusahaan.

Contoh nyata soal hal ini? Banyak sekali. Tapi yang paling tersohor adalah perjalanan Jack Ma bersama Alibaba.


Baca juga:




Sampai di sini, pokok perkaranya harus kita perjelas. Benefit sebagai pengusaha sudah jelas. Namun, apakah Anda sungguh siap menjalani lakon sebagai pengusaha?

Mari kita cermati beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum pindah haluan dari pekerja menjadi pengusaha.

Pertama, bertanyalah kepada diri Anda sendiri: apa motivasi Anda? Apakah hanya karena frustrasi dengan pekerjaan di perusahaan saat ini? Apakah Anda menilai wirausaha sebagai cara mendapatkan banyak uang? Jika terdapat sebentuk kemarahan atau keserakahan di balik keinginan menjadi pengusaha, Anda belum siap mengambil peran pengusaha.

Bekerja demi diri sendiri memerlukan semangat yang positif. Bukan perasaan negatif. Ketika Anda bertemu dengan pelanggan, Anda harus memancarkan sikap optimis.

Kedua, siapkah Anda kehilangan pendapatan bulanan yang selama ini rutin diterima sebagai gaji? Satu hal yang harus diingat, menjalankan usaha mandiri tidak selamanya mendapat profit. Dengan kata lain, seorang pengusaha harus bersiap diri menghadapi ketidakpastian situasi yang berdampak pada kondisi keuangan Anda.

Ketiga, apakah Anda siap menjalankan banyak peran? Sebagai pemilik usaha mikro dan kecil menengah, Anda jangan berharap memiliki karyawan yang secara khusus menangani suatu bidang tertentu. Sering kali Anda harus berperan sebagai seorang penjual, pelayan hingga akuntan.

Jika sebagai karyawan, Anda hanya mengerjakan satu pekerjaan yang spesifik, lain halnya jika Anda menjadi pengusaha. Anda harus siap menangani berbagai pekerjaan, termasuk pekerjaan yang belum pernah Anda lakukan. Artinya, Anda harus mau mengembangkan diri dan terus belajar ketrampilan baru.

Jadi, apakah Anda sudah siap mengganti status pekerja menjadi pengusaha? *** (TP)

Sumber: www.fool.com / Robert Izquierdo

Foto: Unsplash

1 thought on “Pikirkan Tiga Hal Ini Sebelum Jadi Pengusaha!

  1. Artikel yang menarik. Menjadi pengusaha adalah asa yang mulia. Bawah sadar memang semua orang egois, tapi yakin saja itu hanyalah proses karena suatu ketika akan sampai pula ke titik altruis. Bila motivasi menjadi pengusaha awalnya karena ego, wajar dan manusiawi. Suatu ketika akan sampai pada titik cukup. Dan pada titik itu, dia akan sadar bahwa dia sudah menjadi pengusaha sukses. RTCB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *