Merek

Merek

Sebelum Berbisnis, Inilah Enam Langkah Membangun Merek

Jakarta, EKRAF.net Hanya dalam rentang waktu sekitar dua bulan pasca pandemi korona mewabah di Indonesia, begitu banyak karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja. Sejumlah bidang industri harus berhenti beroperasi.

Satu hal yang menjadi gejala sosial, yaitu mulai maraknya aktivitas wirausaha di kalangan mereka yang mengalami PHK.

Mereka berusaha tetap produktif untuk sumber pemasukan selama masa sulit seperti saat ini.

Selain mengandalkan produk buatan sendiri di rumah, masih ada satu hal lain yang harus dipersiapkan, yaitu membuat merek. Merek merupakan faktor yang membuat kita tampak menonjol dari para kompetitor.

Berikut ini adalah enam langkah membuat merek yang unik dan berkesan:

1.Teliti calon pelanggan yang menjadi target.

Inilah titik awalnya. Sudahkah Anda punya gambaran yang jelas tentang pelanggan Anda? Mulailah dari pertanyaan: berapa usia mereka? Nilai apa saja yang mereka pegang? Apa yang mereka sukai dan benci? Di manakah tempat tinggal mereka?

Untuk mendapatkan semua informasi ini, Anda akan merasa beruntung telah hidup di sebuah zaman yang sangat dimudahkan oleh teknologi informasi dan komunikasi.

Mulailah dengan perhatikan postingan semua follower di semua akun media sosial milik Anda. Postingan mereka menunjukkan kegemaran, keprihatinan dan perspektif mereka.  Semua informasi ini tersedia kepada Anda secara gratis!

Bahkan jika ingin mendapatkan informasi secara lebih spesifik, Anda bisa melakukan survei sederhana. Mulai dari membuat daftar pertanyaan, sirkulasi penyebaran dan pengiriman jawaban hingga pengolahan data sudah dimudahkan oleh Google Form. Sekali lagi, ini gratis!

2. Pilih “tone” merek Anda.

Tone? Apakah itu semacam cemilan manis nan legit? Bukan! Tone adalah bagaimana pelanggan Anda melihat situs dan merek Anda. Biasanya, ini adalah kata sifat yang mereka gunakan untuk menggambarkan bisnis Anda. Dengan demikian, Anda harus membuat deretan kata sifat yang sekiranya menggambarkan bisnis Anda.

Sebut saja: lucu, serius, mengagumkan, cerdas, alamiah, modern, berdampak, kasual, urban, dll.  Silahkan Anda lanjutkan deretan kata sifat itu!

Dari deretan ini, Anda bisa pilih satu atau dua kata. Anda bisa belajar dari merek Adidas, merek yang logonya sangat mudah dikenali lantaran hanya berupa tiga garis sejajar. Merek ini punya “tone” percaya diri, inovatif, muda dan futuristik.  Tone ini sudah terlihat jelas ketika Anda melihat produk dan perusahaannya yang tidak takut terhadap keputusan inovatif dan selalu berpikir jauh ke depan.

3.Tentukan skema warna.

Kita hidup di tengah warna. Warna memungkinkan kita untuk mudah mengingat sesuatu. Maka, setelah menentukan “tone”, selanjutnya adalah memilih warna yang sesuai dengan ‘kepribadian’ bisnis Anda.

Cocacola identik dengan warna tertentu. Bahkan untuk produk obat herbal yang mampu mencegah Anda masuk angin telah identik dengan warna kuning.

Warna yang terpilih harus digunakan dalam jangka waktu panjang dan konsisten di berbagai bentuk iklan, postingan di media sosial. Ini akan menjadi semacam identitas visual merek Anda.


Baca juga:



4.Carilah nama yang tepat.

Satu hal terpenting yang harus disadari perihal merek adalah nama! Pastikan nama yang Anda pilih mudah diingat oleh para pelanggan. Bahkan, jika perlu, nama itu sanggup diingat hanya dalam sekali mendengarnya.

Selain itu, cobalah cermati penggunaan nama tersebut di tempat lain. Apakah nama itu identik dengan sesuatu yang negatif dan dapat merugikan bisnis Anda?

Biasanya ada 7 kategori yang digunakan untuk menentukan merek.

  • Deskriptif. Pilihlah kata atau frase yang menggambarkan bisnis Anda.
  • Nama pendiri. Anda juga bisa menggunakan nama atau inisial.
  • Metafor. Pakailah kata kata yang penuh warna dan metaphor yang mencerminkan bisnis Anda seperti misalnya, Amazon (sungai besar di Brazil).
  • Geolokasi. Nama lokasi, tempat di mana bsinis Anda bermula juga dapat menjadi nama untuk bisnis Anda. Misalnya, bakpia pathuk. Nama “pathuk” adalah sebuah nama jalan di Yogyakarta.
  • Buatlah sendiri nama itu. Tidak ada salahnya Anda berpikir secara kreatif untuk menentukan nama bisnis Anda. Siapa tahu, Anda menemukan nama yang unik dan menarik.
  • Leksikal. Merek Anda bisa tampil menonjol dengan menggunakan permainan kata yang unik.
  • Akronim. Contoh paling populer dari akronim adalah IKEA yang merupakan akronim dari nama pendiri dan kampung halamannya.

Untuk saat ini, Anda dapat mengecek nama pilihan Anda di mesin pencari seperti Google. Media sosial dan platform digital juga dapat menjadi lokasi yang baik untuk mengetahui, apakah nama itu sudah digunakan oleh pihak lain.

Bahkan, saat ini Anda dapat mengecek apakah nama itu sudah terdaftar sebagai merek dagang resmi atau belum di Kementerian Hukum dan HAM.

5.Buatlah logo yang menarik.

Bicara tentang logo, berarti kita bicara tentang sesuatu yang visual dan mudah diingat. Logo juga harus menonjol dari sekian banyak gambar dan logo yang kita temui.

Logo paling populer di seluruh dunia adalah logo berupa tanda centang berwarna hitam yang menghiasi sepatu olah raga dan berkembang ke aneka produk perlengkapan olah raga. Selain merek yang hanya terdiri dari empat huruf, logo ini sederhana, tidak rumit dan sangat mudah diingat.

Logo akan sangat berperan sebagai identitas visual bisnis Anda. Maka, pastikan ia tampil dengan sangat baik, dari segi warna, bentuk, ukuran dan di media apa pun.

Soal bagaimana membuat logo yang ideal, Anda akan sangat terbantu saat ini oleh berbagai aplikasi dan situs penyedia jasa pembuatan logo. Dengan harga yang cukup terjangkau, Anda akan mendapatkan logo dengan sangat mudah. Namun, jika Anda punya anggaran yang cukup banyak, tidak ada salahnya menggunakan konsultan dan desainer terbaik untuk membuatkannya. Ini bisa menjadi investasi terbaik Anda.

6.Konsisten.

Kata ini adalah kata kunci. Ibaratnya, Anda mendengarkan sebuah lagu. Pertama kali mendengarnya, jika enak di telinga, beberapa bagian lagu ini akan diingat. Setelah mendengarnya berulang kali di berbagai kesempatan, niscaya lagu ini akan terekam di memori ingatan Anda.

Hal yang sama juga berlaku dalam hal merek. Anda sudah memilih nama, ‘tone’, warna dan logo. Jika tidak konsisten menggunakannya di berbagai media, orang lain tidak akan mengetahui keberadaan merek dan bisnis Anda. Contoh paling nyata adalah saat menonton iklan di televisi yang muncul hingga tiga kali secara beruntun. Durasi satu kali tayangan tidak lama. Hanya sekian detik. To the point. Tanpa tedeng alingaling. Namun pengulangan hingga tiga kali secara beruntun jelas bisa membuat penonton mudah mengingatnya, meski ada saja iklan serupa yang terasa menyebalkan lantaran tidak enak ditonton. Namun yang penting, pesan yang hendak disampaikan dan merek sungguh ‘tertanam’ di memori penonton iklan. ***

Sumber: www.jeffbullas.com

Foto: Unsplash

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *